» » » Jilbab dan Akhlak Yang Baik

MIMBARPENYULUH.com — Ada yg mengeluhkan mengapa wanita berjilbab ada yang berakhlak buruk, sementara yang tak berjilbab ada yang berakhlak baik. Kemudian mereka ambil kesimpulan yang sebetulnya keliru; lebih baik tak berjilbab tapi berakhlak baik, daripada berjilbab namun berakhlak buruk.

Menurut saya, mendudukan hal ini secara benar adalah kita harus bedakan antara perintah kenakan jilbab dengan perintah berakhlak baik.

Seorang wanita berjilbab tapi berakhlak buruk, ia mendapat dosa dari efek akhlak buruknya, tapi ia tetap mendapat pahala atas jilbabnya. Semoga Allah berikan padanya petunjuk sehingga ia berakhlak mulia.

Sebaliknya, wanita berakhlak baik yang tak berjilbab, ia akan mendapatkan pahala dari efek akhlak baiknya, namun berdosa karena ia tak kenakan hijab. Semoga Allah berikan padanya petunjuk untuk kenakan hijab.

Keduanya adalah kewajiban terpisah sehingga tidak bisa saling menuntut. Tentu saja yg paling indah adalah, sebaiknya ia berjilbab dan berakhlak mulia sehingga ia dapatkan dua pahala. Dan ia jadi contoh atas dua kemuliaan: hijab dan akhlakul karimah.

Dengan jilbab yang ia kenakan sebagai simbol ketaatan kepada Tuhan, diharapkan menjadi motivasi bagi dirinya utk selalu kedepankan akhlak nan mulia yang juga perintah Tuhan. Ia menjaga jilbabnya, dan jilbabpun menjaga dirinya.

Sebaliknya wanita tak berjilbab yang berakhlak buruk ia mendapat dosa atas keduanya. Karena ia telah tinggalkan dua kewajiban sekaligus: hijab dan akhlak mulia. Berhijablah, tak perlu menunggu diri baik untuk sekadar kenakan hijab, karena ia adalah kewajiban. Akhlak mulia bisa berjalan seiring kedewasaan.

Perlu pula diketahui, jangan keliru memetakan jilbaber, karena banyak ragam motivasi seseorang berhijab.

Jilbab agamis jika ia kenakannya atas panggilan agama.
Jilbab modis jika hanya ikut2an mode.
Jilbab akademis jika hanya sebatas kewajiban sekolah.
Jilbab medis jika sekadar tutupi penyakit.
Jilbab politis jika sekadar utk sidang di KPK, dst.

Kecuali yg pertama, jangan heran jika diluar itu mereka lepas hijabnya.

Oleh Sigit Kamseno
@mistersigit

About penyuluh agama

Abu Rasyidah Judi Muhyiddin, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi | Pin BB 73ca04f3 | Whatsapp 081315609988 | email salampenyuluh@gmail.com
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply