Berita

Artikel

Popular News [ View all Popular News ]

Materi Penyuluhan

Sering Ditanya (FAQ)

Latest Updates

Rabu, 12 Maret 2014

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Membeli Mobil?

0 komentar

Jakarta - Anda memiliki niat untuk membeli mobil, baik baru ataupun bekas? Ternyata jangan asal membeli karena ada waktu yang terbaik untuk membeli mobil. Jadi kapan waktu yang tepat untuk membeli mobil?

Consultant dari National Automobile Dealers Association Steve Emery menjelaskan bahwa dalam membeli mobil ada waktunya yang tepat. Waktu yang dirasa sangat tepat untuk membeli mobil ternyata di akhir bulan.

Emery menjelaskan setiap dealer pasti memiliki program khusus untuk konsumennya dan setiap sales pasti memiliki target. Di akhir bjulan itulah kebanyakan dealer atau para salesman yang belum sesuai dengan target akan memberikan tawaran-tawaran yang baik.

"Waktu yang tepat adalah akhir bulan, karena di awal bulan para diler belum mengejar konsumen dan akan dilakukannya menjelang tutup bulan. Anda juga pasti akan ditawarkan banyak program terutama diskon," kata Emery dalam kutipannya di Autoguide, Rabu (12/3/2014).

Tapi menurut Emery, ada waktu yang lebih tepat lagi yakni di akhir tahun. Hal itu karena pada akhir tahun target penjualannya sudah berhasil dicapai dan Andatetap akan mendapatkan keuntungan dengan berbagai program diskon.

Lanjutnya, tapi masalah yang akan dihadapi oleh konsumen jika membeli mobil baru di awal tahun adalah keterbatasan stok dan pilihan warna. Tapi jika Ana tidak memikirkan hal itu, maka tidak ada salahnya membeli mobil di akhir tahun.

Sumber: detik.com

Kamis, 13 Februari 2014

Valentine Day dan Penyakit Inferior

0 komentar

Sifat minder (inferior) pada seseorang merupakan salah satu faktor yang menyebabkan tidak mampunya dia mengoptimalkan potensi yang ada pada dirinya. Bukan hanya itu, pada waktunya dia akan mencampakkan semua potensi itu karena ingin meraih apa yang terdapat pada orang lain yang dia pandang berkilauan.

Kondisi inilah yang sesungguhnya banyak menimpa kaum muslimin. Islam dengan segala ajaran dan keunggulannya yang telah Allah berikan kepadanya, seakan tak bernilai apa-apa baginya. Jangankan untuk mengusungnya tinggi-tinggi, sekedar menyandangnya saja, sangat berat terasa. Baginya Islam hanya sekedar identitas diri yang “asal jangan lepas”. Selebihnya, gaya hidupnya, cara bergaul, berpakaian, tindak tanduknya sampai kepada hobi dan idolanya sangat tergantung pada mana yang paling dapat memenuhi prestisenya, gengsi dan wibawa duniawinya, walaupun bertabrakan dengan prinsip-prinsip Islam, bahkan walaupun berlawanan dengan norma kehidupan yang umum berlaku.

Padahal para ulama telah sejak lama mengurai satu persatu keunggulan ajaran Islam dalam berbagai aspeknya dengan segala dampak positifyang dihasilkan. Dari mulai masalah aqidah, ibadah, ekonomi, politik, pergaulan, rumah tangga hingga tata cara kehidupan sehari-hari. Namun semua itu tidak banyak gunanya, ketika sifat minder terhadap ajaran Islam masih menghinggapi diri kaum muslimin.

Fenomena Valentin Day, misalnya, yang juga marak dirayakan oleh anak-anak muda muslim, hanyalah salah satu contoh dari sifat minder yang menjangkiti seorang muslim terhadap ajarannya. Bahwa acara tersebut sangat kosong maknanya, lebih mewakili keyakinan agama lain dan besarpotensinya menimbulkan kerusakan moral, dan bahwa Islam memiliki ajaran yang jauh lebih unggul dalam masalah ‘cinta’ dan bagaimana mengekspresikannya dengan halal dan nyaman, itu tidak penting baginya. Yang penting adalah bagaimana dirinya dikatakan tidak ketinggalan zaman, gaul, modern dan sederet status semulainnya.

Ironisnya, orang-orang barat sendiri sedikit demi sedikit sudah mulai banyak meninggalkan budaya mereka yang cenderung tidak memiliki batasan sehingga melunturkan nilai-nilai kemanusian seseorang. Lalu mereka mulai beralih mencari ajaran-ajaran yang diyakini dapat membawa ketenangan. Diantara ajaran tersebut adalah agama lslam yang kini berdasarkan pengamatan berbagai pihak merupakan agama yang paling cepat pertumbuhannya di Eropa danAmerika.

Ini artinya, kemuliaan Islam benar-benar teruji. Sebabmereka tertarik dengan Islam, bukan karena Islam menawarkan pelampiasan syahwat, hura-hura dan hidup tanpa batas. Tapi karena ajaran Islam istimewa dengan kekokohan landasan dan kesempurnaan nilainya serta sesuai dengan kebutuhan fitrah manusia, kapan saja dan dimana saja.

Kalau mereka yang lahir dalam keadaan non muslim, lalu tumbuh berkembang di tengah ajaran dan budaya non Islam, kemudian beralih kepada Islam dan bangga dengannya walau berbagai ujian dan cobaan yang mereka hadapi. Semestinya seorang muslim yang lahir di tengah keluarga muslim dantumbuh di tengah masyarakat muslim lebih bangga lagi dengan keislamannya.

Terkenal ucapan Umar bin Khattab radhiallahu anhu,

نَحْنُ قَوْمٌ أَعَزَّنَا اللهُ بِالإِسْلاَمِ فَمَهْمَا ابْتَغَيْنَابِغَيْرِهِ أَذَلَّنَا اللهُ

“Kita adalah kaum yang dimuliakandengan Islam, jika kita cari cara selain itu, niscaya Allah akan menghinakan kita."

Oleh: Abdullah Haidir

Senin, 03 Februari 2014

PBNU Desak Polri Sahkan Jilbab Polwan

0 komentar

Jakarta.  Seragam jilbab untuk anggota Polwan sampai saat ini masih tertunda pelaksanaannya karena belum ada payung hukum yang mengatur pemakaian jilbab.

“Polri harus segera membuat payung hukum, biar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat,” kata ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Slamet Effendy Yusuf, Senin (3/2).

Slamet menjelaskan, jilbab merupakan bentuk kewajiban bagi muslimah dan hak asasi yang dilindungi oleh undang-undang. Sampai saat ini, Polri terjadi moratorium dan membentuk tim terkait model jilbabnya.

“Memakai jilbab adalah HAM bagi yang ingin memakainya, hal itu sudah dilindungi konstitusi dan selaras dengan prinsip-prinsip hukum, demokrasi berdasarkan hukum,” ujar Slamet.

Slamet mengatakan, Kapolri Sutarman sebelumnya pernah melakukan pertemuan dengan dirinya dan beberapa perwakilan dari PBNU serta perwakilan dari MUI. Pada intinya mereka meminta Kapolri segera mengesahkan peraturan, dan menjamin kebebasan Polwan untuk memakai jilbab. Secara personal Kapolri harus memenuhinya.

Slamet menambahkan, negara Indonesia itu mempunyai cara pandang sekaligus ideologi pancasila, dimana pancasila telah berhasil memberi tempat yang baik untuk setiap warganya begitu juga dengan konteks pemakaian jilbab. Dan yang lebih penting dalam hal tersebut, pancasila tidak memberi tekanan bagi warganya. (rol/sbb/dakwatuna)

Sumber: http://www.dakwatuna.com/

Kamis, 02 Januari 2014

Beritahukan Kepadaku, Atas Dasar Apa Pesta Pora Ini?

0 komentar
MIMBARPENYULUH.com — Beritahukan kepadaku, atas dasar apa pestapora ini..? Atas dasar apa seseorang pestapora dengan pergantian tahun? Usia bertambah? Bukankah itu artinya berkurang jatah…? Jika waktu-waktu yang kita lalui berisi kebaikan, bukan pesta pora dan hura-hura untuk memberikan apresiasi…, tapi syukur penuh harap agar kebaikan-kebaikan tersebut Allah terima dan berkati… Jika waktu-waktu sebelumnya penuh catatan hitam, logiskah jika disambut dengan hura-hura dan pesta pora di tengah malam?

Seorang salaf ketika melihat orang-orang berpesta pada hari 'Ied berkata, "Jika sebelumnya mereka beribadah, bukan begitu kebahagiaan orang yg beribadah… jika sebelumnya merek bermaksiat, pantaskah pesta utk perbuatan laknat..?"

“Masyarakt butuh hiburan..”, kata sebagian orang… Kenyataannya, masyarakat setiap hari sudah dijejali berbagai hiburan… bahkan pengajian pun tak sepi dari hiburan..

Sesungguhnya…yang dibutuhkan masyarakat bukanlah hiburan…. tapi hakekat kebahagiaan…

Hal yang kian lama kian hilang tertutup budaya hedonis yang dipaksakan. Di malam bergembira ria, di pagi hari bagai orang buta…

Seorang salaf berkata menanggapi para bangsawan yang kesana-kemari mencari kesenangan…

“Seandainya mereka tahu kebahagiaan yang ada pada kami, niscaya akan mereka rampas kebahagiaan itu dari kami dengan pedang-pedang mereka..”

Dalam realitas sosial pun sulit dicari makna, atas nama apa pesta pora dan hura-hura diadakan dalam pergantian tahun…

Apakah atas banjir yang tak kunjung teratasi, kemacetan yang tak ada solusi, korupsi yang menjadi-jadi, kemiskinan yang kian mewarnai… atau apa?

Sementara jauh disana saudara-saudara kita menjerit-jerit butuh pertolongan, kedinginan dalam ketakutan… lagi-lagi… atas nama apa, pesta pora ini..?

Ketika sebagian orang berinisiatif mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk membantu saudara kita di Suriah, Gaza atau Rohingya…

Kalian bilang cari sensasi atau tidak peduli nasib bangsa sendiri. Lalu apa yang kalian katakan dengan milyaran uang yang kalian bakar atas nama sebuah pesta…

Beritahukan kepada kami, apa makna terompet yang kalian tiup, kembang api yang kalian bakar, dan joget-joget di panggung gembira….?

Mengapa ketika berhadapan dengan ayat-ayat Allah banyak yang kritis berlogika sementara dengan khurafat pesta tahun baru banyak yang tunduk tak berdaya..?

Kalau fenomena ini tidak dikatakan ‘kebodohan’…ungkapan apalagi yang sebaiknya saya katakan…

Sahabat, ku berharap engkau tidak berada di sana malam ini.

Kita cuma punya hidup sekali, apa yang baru saja kita lakukan sudah jadi masa lalu. Yang abadi hanya hidup yang dilalui di atas jalan Allah…

Dr. Thariq Suwaidan, "Harapan tidak dibangun di atas perayaan-perayaan. Tapi oleh kemauan kuat dan rencana matang…"

Oleh: Abdullah Haidir

Senin, 30 Desember 2013

"One Day One Juz"

0 komentar
MIMBARPENYULUH.com —

Membaca Alquran jadi lebih disiplin.

Indah Lestari gembira. Ia merasa berada di tempat yang tepat. “Senang punya komunitas berisi orang-orang yang istiqamah dalam beribadah,” katanya, Senin (23/12). Komunitas yang ia maksudkan adalah One Day One Juz (ODOJ).

Bersama rekan-rekannya, Indah membaca Alquran sebanyak satu juz setiap harinya. Ia telah bergabung selama 1,5 bulan. Ia mengaku semula sempat kesulitan. Sebab, biasanya ia membaca Alquran beberapa lembar saja.

Kini, perempuan asal Serang, Banten, itu lebih sering berinteraksi dengan kitab sucinya. Ia melakukannya setelah shalat Subuh.

Waktu lainnya, di antara Maghrib dan Isya. Indah merasa lebih disiplin dalam membaca Alquran. Ia pun menyampaikan kekaguman pada rekan-rekan lainnya.

“Mereka punya banyak kesibukan, tetapi bisa menyelesaikan satu juz setiap hari,” ungkap Indah. Peserta lainnya, Tino Gaus, sudah mengenal ODOJ sejak didirikan. Pendirinya termasuk orang ia kenal. Laki-laki yang bekerja di lembaga dana pendidikan pemerintah ini punya target.

Saat perjalanan ke kantor menggunakan kereta, kata dia, ia harus bisa mencicil bacaan Alqurannya. Ia juga menerapkan strategi lain dengan membaca Alquran setelah shalat Zhuhur dan Ashar. “Maghrib diupayakan sudah selesai,” kata mantan ketua BEM FMIPA UI itu.

Bahrul Ulum mengaku merasa lebih tenang setelah rutin membaca satu juz Alquran. Ia tak lagi gentar menghadapi tantangan hidup. Ia selalu menargetkan selesai satu juz seusai shalat Subuh. “Kalau belum selesai, sisanya saat istirahat kantor. Maksimal setelah pulang kantor.”

Laki-laki yang bekerja pagi hingga petang di Laznas Amanah Takaful Jakarta Selatan ini sudah bergabung selama tiga bulan. Ia telah melewati 87 sesi membaca Alquran dan dua kali khatam bersama kelompoknya.

Koordinator ODOJ Pusat Ricky Adrinaldi mengatakan, gerakan ini bermula sejak September 2013 seusai Ramadhan. Ketika itu, masih dalam skala kecil. Pertengahan November, selain Blackberry Messanger (BBM), penggunaan Whatsapp (WA) cukup efektif menarik peminat.

Kuota yang besar dan kemampuan aplikasi WA yang memungkinkan untuk membuat lebih dari satu kelompok pembicaraan memungkinkan admin memantau kelompok dengan lebih baik. Tak lama berselang, Ricky dan teman-temannya melakukan soft launching ODOJ.

Pascapeluncuran, peminat gerakan ini semakin banyak. Bahkan, jangkauannya meluas hingga ke Australia, Qatar, Jeman, Jepang, Malaysia, Prancis, Swiss, Amerika Serikat (AS), dan Hong Kong. Untuk memudahkan koordinasi, tiap negara memiliki perwakilan afiliasi.

Ricky menjelaskan, ODOJ sebenarnya sederhana. Orang yang berminat dapat mendaftar online di www.onedayonejuz.org. Pendaftar akan mendapat nomor urut. Tiap 30 nomor urut akan digabungkan menjadi satu kelompok.

Kelompok laki-laki dan perempuan dibuat terpisah, baik admin maupun pesertanya. Setiap kelompok memiliki satu admin yang akan mengecek ketercapaian bacaan Alquran. Pada hari pertama, tiap kelompok menyepakati pembagian juz yang akan dibaca anggotanya.

Esoknya, mereka akan membaca juz selanjutnya. Setiap kelompok diberi waktu hingga pukul 21.00 WIB untuk menuntaskan bacaan Alquranya. Jika tidak tuntas, sisa bacaan yang belum sempat dibaca akan dilelang admin kepada anggota lainnya dalam kelompok itu.

Peserta ODOJ berasal dari segala usia, mulai dari delapan tahun hingga seorang bapak berusia 70 tahun. “Jumlah anggota ODOJ sudah mencapai 36 ribu orang. Belum lagi masih ada yang masuk dalam daftar tunggu,” ungkap Ricky.

Daftar tunggu muncul akibat jumlah pendaftar yang mencapai ratusan orang setiap harinya. Sementara, tenaga pengelola hanya 22 orang dan admin sekitar 1.070 orang untuk 1.212 kelompok. Pada dasarnya, ODOJ bertujuan membudayakan membaca Alquran satu juz setiap hari.

Menurut Ricky, ide ini muncul ketika ia melihat beberapa temannya yang ingin khatam Alquran dalam sebulan. Ia berharap metode ini bisa membantu. Hal terpenting komitmen. “Kami bahkan memiliki beberapa peserta yang bacaannya masih terbata-bata.”

Tim pengurus ODOJ biasanya menyarankan mereka untuk kembali belajar tahsin. Ricky juga menegaskan, ODOJ terbuka untuk semua kalangan. Sejauh ini pula, responsnya cukup positif. Ia mengatakan, ada peserta yang merasa hidupnya berkah setelah rutin membaca Alquran.

Pimpinan Lembaga Pelatihan Hafalan Alquran Kauny Center Ustaz Bobby Herwibowo melihat antusiasme masyarakat membaca dan menghafal Alquran merupakan pertolongan Allah SWT. Banyak metode membaca dan menghafal yang silih berganti ditemukan.

Bahkan, kata dia, program menghafal Alquran sudah menjadi ekstrakurikuler di sekolah. Walaupun banyak virus di masyarakat, semangat mendekati Alquran tetap bergelora. “Keberkahan pasti turun kepada orang yang dekat Alquran.”

Menurut dia, banyak yang sudah mengikuti metode menghafal Alquran bernama Kauny Quantum Memory yang dikembangkan lembaganya. Ia mengatakan, jumlahnya mencapai 57 ribu orang. Latar belakang peserta pun beragam, mulai dari anak usia enam tahun hingga lanjut usia.

“Kami tidak menggunakan alat bantu apa pun. Kami menggunakan metode yang melibatkan kemapuan visual, audio, dan kinestetik,” ungkap Bobby. Ia memahami jika umumnya manusia tak menyukai tulisan.

Sebab, Malaikat Jibril pun, lanjut Bobby, mengajarkan Alquran kepada Rasulullah dengan membacakan tanpa meminta Rasulullah mengetahui makhraj dan tajwidnya. Ia bertekad mencetak sebanyak 1.000 mualim Alquran. “Ini profesi yang sulit dicari, padahal sangat dibutuhkan.”

Program-program, seperti Super Quran Camp bagi anak-anak SD dan SMP, juga digulirkan. Tujuannya agar anak-anak dapat menggunakan liburan mereka dalam hal yang bermanfaat. Ini juga menunjukkan semua orang bisa menghafal Alquran.

Sumber: REPUBLIKA.CO.ID

Selasa, 29 Oktober 2013

Semua Mata Pelajaran Harus Terintegrasi Dengan Pendidikan Agama

0 komentar
JAKARTA, MIMBARPENYULUH.com — Sistem pendidikan nasional Indonesia masih lemah dalam mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kurikulum. Akibatnya seolah-olah masalah penyimpangan yang terjadi pada siswa, seperti tindakan asusila, hanya menjadi tanggung jawab guru agama saja.

"Padahal pembinaan akhlak itu adalah merupakan tanggung jawab utama bagi semua pendidik dalam aplikasinya di sekolah," kata anggota Komisi X dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dalam keterangannya (Senin, 28/10)

Zainuddin pun menyayangkan karena hingga saat ini dalam kurikulum 2013 pun pendidikan akhlak masih dianggap sebelah mata. Ini terbukti dengan pendidikan agama yang masih minim. Seharusnya pendidikan agama harus menjadi bagian utama dari semua mata pelajaran yang ada di sekolah.

Untuk itu Zainuddin mendesak pemerintah agar pelajaran agama dapat diintegrasikan ke semua mata pelajaran.

"Hal ini wajib dilakukan, karena menjadi amanah UUD 45 dan juga merupakan tujuan pendidikan nasional, yaitu mewujudkan hasil pendidikan yang berbudi pekerti dan berakhlak mulia," demikian Zainuddin.

Sumber: RMOL

Senin, 23 September 2013

Jika Media Online Tidak Updated dan Acessable Pasti akan Ditinggalkan Masyarakat

0 komentar
BOGOR, MIMBARPENYULUH.com — Direktorat Jenderal Pembinaan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama menggelar kegiatan peningkatan kualitas tenaga pengelola data dan informasi keagamaan, terutama di lingkungan Bimas Islam.

Kegiatan digelar di Bogor, Minggu-Selasa (15-17/9) dengan tema “Profesionalisme Pengelola Media Online untuk Membangun Image Building Bimas Islam”. Bimas Islam juga mengundang beberapa pengelola media online dari Nahdlatul Ulama (NU), MUhammadiyah, Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)

Melalui kegiatan ini, Ditjen Bimas Islam Kemenag bertekad memperbaiki image building Kementerian Agama melalui peningkatan kualitas tenaga pengelola data dan informasi keagamaan di lingkungan Bimas Islam.

Dirjen Bimas Islam Abdul Jamil saat memberikan materi mengenai pembangunan image building mengatakan, tidak bisa tidak Bimas Islam harus memperbaiki pelayanan masyarakat yang berbasis pada pengelolaan media informasi yang lebih baik. “Kantor kita di Jalan Thamrin (pusat kota Jakarta: Red), tapi kalau website kita tidak bagus sama saja kita berada di hutan belantara,” katanya.

Menurut Abdul Jamil, di era keterbukaan, Ditjen Bimas islam harus membuka akses informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Karena itu beberapa data dan informasi yang dibutuhkan terkait Bimas seperti masjid dan KUA harus tersedia dan mudah diakses langsung oleh masyarakat. “Website yang baik adalah ketika menyediakan banyak informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Sekali website itu mengecewakan, maka website akan ditinggalkan. Jangan sampai pengelola menunggu masyarakat bertanya, kenapa website Bimas Islam tidak begini dan begitu”, ujarnya. (khair-bieb/foto:bimasislam)

Sumber: http://bimasislam.kemenag.go.id

Assalamu 'alaikum Wr. Wb.

Selamat datang di blog pribadi kami Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi.

Kami berharap kiranya kehadiran blog ini membawa manfaat. Kritik, saran dan masukan yang membangun demi perbaikan blog ini senantiasa kami nantikan.

Komunikasi, baik pertanyaan, masukan dan saran insya Allah lebih cepat kami respon jika disampaikan melalui twitter kami @aburasyidah.

Jazakumullahu khairan katsiran. Amin.

Salam ta'zhim
Judi Muhyiddin, S.Sos.I.
(Abu Rasyidah)